Karyaku Pengabdianku

Tampilkan postingan dengan label Contoh Laporan Diklat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Contoh Laporan Diklat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 02 Mei 2021

 Contoh Laporan Diklat untuk Kenaikan Tingkat

DESKRIPSI

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)

PROGRAM GURU BELAJAR SERI MASA PANDEMI COVID-19

TAHUN 2020

(31 Oktober – 19 November 2020)

 

 

A.      Nama kegiatan    

Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 Tahap 2

B.       Penyelenggara                 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

C.       Lokasi Kegiatan              

Adapun tempat penyelenggaraan kegiatan pelatihan adalah di laksanakan secara virtual di lokasi domisili masing-masing Guru Belajar Mengajar

D.      Waktu kegiatan dan Materi Pelatihan

Waktu kegiatan Bimtek Tahap 2 diselenggarakan selama selama 20 hari Mulai dari Tanggal  31 Oktober s.d 19 November 2020 dengan materi sebagai berikut :

NO.

POKOK MATERI

JUMLAH JP

A

Pokok

 

1.

Mendapatkan Inspirasi Pengembangan Pembelajaran Jarak Jauh

3 JAM

2.

Mengembangakan Pembelajaran Jarak Jauh

21 JAM

3.

Merefleksikan Pembelajaran Jarak Jauh

8 JAM

JUMLAH JAM

32 JAM

 

E.       Peserta Pelatihan

Semua Guru dan Tenaga Kependidikan yang mengajar atau bekerja pada dunia pendidikan di seluruh Indonesia dan terdaftar di Sim PKB

F.        Uraian kegiatan

a)    Mendapatkan Inspirasi Pengembangan Pembelajaran Jarak Jauh

Ø  Pada tahap ini peserta wajib melihat inspirasi pembelajaran jarak jauh melalui tayangan Video Webinar tentang berbagi pengalaman para guru mulai dari tingkat PAUD/ RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK dan SLB

Ø  Jika sudah menonton satu video maka wajib lanjut ke video lain sebanyak 6 Video Inspirasi harus disimak oleh peserta .

Ø  Pada tahap ini juga para peserta diwajibkan

a)    Mengikuti instruksi pembelajaran dengan teliti

b)   Mempelajari secara seksama semua konsep 

c)    Mengisi kuis sesuai kondisi Anda sebenarnya

d)   Melakukan latihan secara mandiri dan berkala

b)   Mengembangakan Pembelajaran Jarak Jauh

Ø Peserta Bimtek wajib menyimak 6 video tayangan webinar

1.         Prinsip, Kendala, dan Dampak Pembelajaran Jarak Jauh dimasa  Pandemi Covid-19

2.         Video 1: Prinsip, Kendala dan Dampak Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi COVID-19

3.         Video 2: Revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) terkait Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi COVID-19

4.         Video 3: Syarat dan Standar Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi COVID-19

5.         Video 4: Kurikulum Darurat (dalam Kondisi Khusus) sebagai Solusi Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

6.         Video 5: Modul Pembelajaran PAUD dan SD untuk Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

7.         Video 6: Relaksasi Peraturan Guru pada Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19

8.         Pengantar Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19

9.         Struktur Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19

Ø Peserta membuat perencanaan pembelajaran dan sesuai inspirasi dari video yang di simak.

Ø Menentukan Sumber belajar yang banyak terdapat di dilingkungan belajar siswa

Ø Berdiskusi dengan rekan kerja guru untuk menentukan langkah pembelajarn yang tepat

Ø Mempraktekan pelaksanaan pembelajaran dalam kurun waktu tertentu dan meminta masukan dari rekan guru mengenai kelemahan dan kelebihan serta tindak lanjut yang harys dilakukan guna perubahan pembelajaran yang lebih baik di masa yang akan datang

c)    Merefleksikan Pembelajaran Jarak Jauh

Ø Menuliskan alur pengalaman tersebut menjadi sebentuk tulisan praktik baik pembelajaran jarak jauh :

1)   Pengalaman merancang dan menerapkan pembelajaran jarak jauh. Bagaimana alur pengalaman Anda sejak awal merancang hingga menerapkan pembelajaran jarak jauh, Bagaimana kondisi awal, tantangan yang dihadapi, Apa yang di lakukan untuk mengatasi tantangan.

2)   Menuliskan respon hasil pembelajaran awal sampai akhir dari Orang tua, siswa dan usulannya

3)   perbedaan praktik pembelajaran jarak jauh yang di lakukan antara sebelum dan sesudah mengikuti program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19? Menuliskan poin perbedaan beserta bukti dan penjelasannya (Membuat Player  dan di Upload)

 

G.      Hasil Kegiatan Bimtek

Inspirasi pembelajaran Video

a)     Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Guru PAUD/RA

Inspirasi :

Saat ini kita bagaikan ulat yang lagi masuk kedalam kepompong, yang tidak bisa banyak bergerak dan hanya berdiam diri dalam upaya menenangkan diri untuk membentuk menjadi sesuatu yang indah saat keluar menjadi kupu-kupu.

b)       Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Guru SD/MI

Inspirasi

Pendidikan Jarak Jauh Berdaya Teknologi Baheula

c)        Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Guru SMP/MTS

Inspirasi :

Belajar dengan kehidupan sehari-hari seputar kegiatan harian di rumah untuk belajar mandiri.

d)       Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Guru SMA/MA

Inspirasi :

Mengajar itu bagaikan naik helicoster yang membuat diri kita terkaget-kaget kapan saja.

Mengajar harus memperhatikan kebutuhan dan kemauan siswa. Teknologi bukan segalanya tapi tentang guru dan pemanfaatan teknologi

e)        Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Guru SMK

Inspirasi :

Teknologi bukan segalanya tapi tentang guru dan pemanfaatan teknologi

f)         Inspirasi Pembelajaran Jarak Jauh untuk Guru SLB

Inspirasi :

Assesment bukan solusi yang baik di masa Pandemic Covid-19.  Namun berkat assessment dapat memberikan solusi belajar.

 

Pada awal pembelajaran beberapa hal yang saya lakukan adalah belajar dari pengalaman 1 semester yang lalu dimana metode pembelajaran hanya berbentuk tugas mandiri lewat whatsapp saja, sehingga terlihat beberapa hal yang saya dapatkan diantaranya :

a.    Kurang responnya siswa terhadap belajar

b.    Kesenjangan pengetahuan yang makin melebar

c.    Siswa merasa dipaksa untuk mengerjakan tugas sehingga hasil tugas hanya asal jadi bukan berdasarkan hasil pemikirannya.

d.   Kurangnya perhatian para orang tua yang merasa terbebani untuk membantu anaknya belajar di rumah

e.    Ruang gerak guru masih sangat dibatasi oleh keadaan, maka dengan adanya era New Normal saya bersyukur lebih mempermudah ruang gerak.

Kita selaku guru dituntut untuk bisa memberikan layanan pendidikan secara optimal kepada peserta didik walaupun dalam kondisi yang terjadi saat ini dan dengan segala keterbatasan yang ada. Berdasarakan pada alasan tersebut di atas maka saya selaku pendidik memiliki harapan walaupun belajar jarak jauh siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran dengan memanfaatkan segala sesuatu yang ada disekitar rumah mereka tanpa harus membebani semua pihak. Pada awal perencanaan program saya sedikit pesimis dikarenakan banyak factor diatas yang menjadi pertimbangan, antara lain adalah kesiapan orang tua untuk membantu dan membimbing putra dan putrinya belajar dirumah secara mandiri, setelah melaksanakan survey dari beberapa orang tua dan melakukan perjanjian awal tahun untuk pembelajaran dimasa Pandemic Covid-19 alhmadulillah  respon mereka hampir 75% memberikan jawaban yang sangat baik dan mereka siap untuk membantu dan membimbing  peserta didik untuk belajar di rumah secara mandiri dan menyetujui luring melalui kesepakatan bersama. Namun sisi lain pengetahuan Informasi dan Teknologi juga memerlukan pengetahuan tambahan bagi kita selaku guru maka melalui beberapa Diklat dan Seminar On-Line saya mencoba menggali pemanfaatan media pembelajaran dengan memaksimalkan semua daya sesuai keadaan dilingkungan belajar baik secara Daring maupun Luring. Dari beberapa hasil diklat VCT, Seroja dan Diklat Pendidikan lainnya akhirnya saya mencoba memulai persiapan pembelajaran yang diambil setelah kesepakatan dengan orant tua di buat, maka saya mulai membuat rancangan untuk melakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan memanfaatkan lingkungan yang tersedia untuk memberikan pengalaman yang berharga bagi siswa maka model pembelajaran Inquiry Based Learning (IBL) adalah metode yang saya pilih guna memberdayakan  pengalaman belajar yang bermakna sesuai keadaan lingkungan .

Proses Pembelajaran  Jarak Jauh dengan menggunakan model  Inquiry Based Learning (IBL) ini akhirnya selesai sesuai dengan yang dijadwalkan ternyata mendapatkan respon yang sangat luar biasa dari peserta didik dan orang tua siswa. Pada salah satu tema dalam materi yang saya berikan terdapat pemanfaatan sumber daya alam yang ada dilingkungan serta pemanfaatannya pada kebutuhan di rumah tangga ternyata Respon dari Peserta didik mengatakan kalau mereka sangat senang dengan pembelajaran itu, mereka dapat memabantu orang tuanya di dapur, tidak merasakan jenuh, mendapatkan pengalaman dan ilmu baru,  dapat mengenal lingkungan yang ada disekitar mereka dan satu hal yang paling berkesan bagi mereka katanya tenyata “memasak itu menyenangkan”. Respon dari orag tua siswapun tidak kalah mengejutkan sebagian dari mereka mengatakan kalau mereka senang dapat membantu putra dan putrinya belajar di rumah, termasuk mengajari dan membimbing putra dan putrinya untuk membuat sebuah olahan atau produk dari tanaman yang ada di sekitar rumah mereka. Mereka berharap pembelajaran seperti ini tidak hanya terjadi sekali saja dimasa pandemic covid-19 tapi bisa di laksanakan terus supaya siswa dan siswi tidak merasa bosan dengan pembelajaran yang sudah biasa dilakukan dengan kata lain mencari suasana baru.        

Pembelajaran jarak jauh yang saya lakukan antara sebelum dan sesudah mengikuti program Guru Belajar seri Masa Pandemi COVID-19 ini sangat berbeda sekali, pada awalnya saya hanya menggunakan sumber belajar hanya dari buku dan modul saja dengan hanya memberikan instruksi dari aplikasi Wa saja. Metode pembelajaran pada saat itu hanya mengandalkan luring dengan pemantauan tugas materi belajar saja sehingga siswa terkesan jenuh, setelah mengikuti program Belajar seri Masa Pandemi Covid-19 ini saya  mendapatkan banyak ilmu dan pengetahuan baru, maka saya mencoba lebih terbuka untuk mengembangkan model pembelajaran, bahan dan sumber belajar termasuk memanfaatkan situasi dan kondisi lingkungan di sekitar peserta didik. Ternyata ketika orang tua diajak untuk bekerja sama mereka memberikan respon yang sangat luar biasa, terbukti mereka mau juga membantu membimbing putra dan putrinya belajar mandiri di dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang lebih realistis di rumah masing-masing.

Tugas akhir upload : Bikin poster pembelajaran sebelum dan sesudah mengikuti bintek PJJ

Presentation1

 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

...............................................

NIP

Kalapanunggal, 20 November  2020

Peserta Pelatihan,

 

 

 

 

.............................................

NIP 

 Contoh Laporan Untuk Kenaikan Tingkat

DESKRIPSI

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)

PROGRAM GURU BELAJAR SERI MASA PANDEMI COVID-19

TAHUN 2020

(10 – 20 Oktober 2020)

 

 

A.      Nama kegiatan    

Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 Tahap 1

B.       Penyelenggara                 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

C.       Lokasi Kegiatan              

Adapun tempat penyelenggaraan kegiatan pelatihan adalah di laksanakan secara virtual di lokasi domisili masing-masing Guru Belajar Mengajar.

D.      Waktu kegiatan dan Materi Pelatihan

Waktu kegiatan Bimtek Tahap 1 diselenggarakan selama selama 10 hari Mulai dari Tanggal  11 s.d 20 Oktober 2020 dengan materi sebagai berikut :

NO.

POKOK MATERI

JUMLAH JP

A

Pokok

 

1.

Konsep Pembelajaran Jarak Jauh

3 JAM

2.

Konsep Kurikulum Pada Kondisi Khusus

6 JAM

3.

Model Pembelajaran Jarak Jauh

6 JAM

4.

Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran

6 JAM

5.

Asesmen Diagnosis Berkala

6 JAM

6.

Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh

3 JAM

B

Penunjang

 

1

Asesmen Pra dan Asesmen Pasca

2 JAM

JUMLAH JAM

32 JAM

 

E.       Peserta Pelatihan

Semua Guru dan Tenaga Kependidikan yang mengajar atau bekerja pada dunia pendidikan di seluruh Indonesia dan terdaftar di Sim PKB

F.        Uraian kegiatan

Ø Pada tahap awal semua peserta mengikuti acara pembukaan kegiatan Bimtek secara on-line / Virtual

  

Ø Pada kegiatan berikutnya mengikuti dan menyimak materi dari video yang ditayangkan dan wajib diikuti

Ø Pada tahap berikut peserta membaca teks materi dan pesan-pesan flayer bergambar

 

  

 

G.      Rangkuman Materi

 

Asesmen Di Awal Pembelajaran

 

DAMPAK Pandemi COVID-19 kepada siswa:

1.    Terjadinya ketidaktercapaian belajar

2.    Penurunan kemampuan siswa

3.    Ketimpangan pengetahuan yang semakin lebar untuk siswa dengan akses yang berbeda, seperti ketersediaan materi, koneksi internet antara kelompok akses memadai dan kelompok akses tidak memadai

4.    Perkembangan emosi dan kesehatan psikologis terganggu

5.    Rentan putus sekolah

6.    Dapat berdampak pada pendapatan siswa di kemudian hari

 

SOLUSI Siklus Asesmen di Awal Pembelajaran secara Berkala

Tujuan: Memonitor perkembangan nonkognitif dan kognitif siswa selama masa pandemi untuk memenuhi target capaian belajar

01 Asesmen Nonkognitif

Tujuan asesmen nonkognitif untuk mengetahui:

  • Kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  • Aktifitas selama belajar dari rumah
  • Kondisi keluarga siswa

02 Asesmen Kognitif

Tujuan asesmen kognitif untuk:

  • Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
  • Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
  • Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata

03 Tindak Lanjut dan evaluasi

“Kepala sekolah bertanggung jawab untuk memastikan asesmen dilakukan di semua kelas di minggu pertama dan secara berkala pada awal pembelajaran”.

Apa saja yang dilakukan para guru dalam kegiatan asesmen ini?

 

I. Nonkognitif

A. Persiapan

  1. Siapkan alat bantu berupa gambar ekspresi emosi 
  2. Buat daftar pertanyaan kunci, seperti:
    • Apa saja kegiatan kamu selama Belajar dari Rumah?
    • Hal apa yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan?
    • Apa harapan kamu?

B. Pelaksanaan

  1. Berikan gambar emosi ke siswa 
  2. Minta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah dengan bercerita, membuat tulisan atau menggambar

C. Tindak Lanjut

  1. Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata 
  2. Menentukan tindak lanjut dan mengkomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan 
  3. Ulangi pelaksanaan asesmen nonkognitif pada awal pembelajaran

 

II. Kognitif

A. Persiapan

  1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen 
  2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
  3. Susun 10 soal sederhana: 

o 2 soal sesuai kelasnya, dengan topik semester 1 

o 6 soal dengan topik satu kelas di bawah, untuk semester 1 dan 2 

o 2 soal dengan topik dua kelas di bawah, untuk semester 2

B. Pelaksanaan

Berikan soal asesmen untuk semua siswa di kelas, baik secara tatap muka ataupun Belajar dari Rumah

C. Tindak Lanjut

  1. Lakukan diagnosis penilaian hasil asesmen 
  2. Berdasarkan hasil diagnosis penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok: 

a.    Siswa dengan rata-rata kelas akan diajar oleh guru kelas 

b.    Siswa 1 semester di bawah rata-rata, mendapatkan pelajaran tambahan dari guru kelas

c.    Siswa 2 semester di bawah ratarata, akan dititipkan ke guru kelas di bawah atau membuat kelompok belajar yang didampingi orang tua, anggota keluarga atau pendamping lainnya yang relevan

  1. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru 
  2. Ulangi proses yang sama di setiap awal pembelajaran selama masa pandemi untuk melakukan adaptasi materi pembelajaran sesuai tingkat kemampuan siswa

 

Pembelajaran Jarak Jauh dengan Cara 5M

Anda telah memahami prinsip, tujuan dan pendekatan pembelajaran jarak jauh. Sebagai pendidik, perlu mengingat kembali bahwa tujuan pendidikan berpusat pada siswa. siswa mampu mengembangkan kompetensi sehingga mereka dapat menalar, menjadi pribadi mandiri yang mampu menghadapi ujian bermakna dan kelak siap untuk mengatasi tantangan dalam kehidupan. 

Pembelajaran jarak jauh membuat kita mengerti bahwa proses belajar tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh guru. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran jarak jauh yang bermakna. Bermakna dalam artian relevan secara konteks dan konten dengan kehidupan siswa. 

Lantas, bagaimana merancang pembelajaran jarak jauh yang dapat mengembangkan kompetensi siswa? Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari kunci memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh bermakna dengan Cara 5M. Apa itu Cara 5M? Cara 5M adalah pilihan cara untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan melibatkan siswa, orangtua maupun komunitas. Cara 5M terdiri dari:

  1. Memanusiakan hubungan
  2. Memahami konsep
  3. Membangun keberlanjutan
  4. Memilih tantangan
  5. Memberdayakan konteks

 

Pandemi Covid-19 telah membukakan cara pandang dan kebiasaan baru mengenai proses pembelajaran yang idealnya melibatkan guru, siswa dan orangtua. Perubahan situasi dari pembelajaran yang selama ini lebih berfokus pada peran guru, sekarang mulai beralih pada situasi dimana orang tua dan guru saling berbagi peran dalam memfasilitasi pembelajaran siswa. 

Cara 5M; Memanusiakan hubungan, Memahami konsep, Membangun keberlanjutan, Memilih tantangan, dan Memberdayakan konteks, dalam Pembelajaran Jarak Jauh, mendorong siswa belajar lebih bermakna untuk meningkatkan kompetensinya. Sejalan dengan hal ini, Cara 5M juga memberikan ruang yang lebih luas bagi keterlibatan orangtua dalam proses pembelajaran siswa. 

 

Tujuan 5M dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Tujuan dari 5M meliputi:

1.    Mendorong kolaborasi orangtua, guru dan murid untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus corona.

2.    Memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna, menantang dan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak.

 

Bagian-Bagian 5M

5M meliputi:

  1. Memanusiakan hubungan
  2. Memahami konsep
  3. Membangun keberlanjutan
  4. Memilih tantangan
  5. Memberdayakan konteks

1. Memanusiakan Hubungan

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang pertama adalah memanusiakan hubungan. Memanusiakan hubungan bermakna praktik pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, murid dan orangtua.

Memanusiakan hubungan dengan orang tua dapat dilakukan dengan mengetahui profil, kondisi orang tua termasuk pengumpulan informasi terkait waktu yang paling tepat untuk mendampingi proses belajar anak sehingga tercipta suasana yang kondusif untuk belajar.

Guru dan orangtua dapat berdiskusi tentang:

  1. Cara belajar murid
  2. Kebiasaan murid di rumah
  3. Latar belakang keluarga murid
  4. Perkembangan dan proses belajar murid
  5. Pekerjaan orangtua

2. Memahami Konsep

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang kedua adalah memahami konsep. Memahami konsep bermakna praktik pembelajaran yang memandu murid bukan sekedar menguasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks.

Bagaimana dengan keterlibatan orangtua?

Memandu pembelajaran anak yang bukan hanya sekedar menguasai konten tetapi menguasai kompetensi yang dapat diterapkan dalam beragam konteks.

Guru dan orangtua dapat berdiskusi tentang:

  1. Aktivitas pembelajaran di rumah
  2. Tujuan pembelajaran

3. Membangun Berkelanjutan

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang ketiga adalah membangun berkelanjutan. Membangun keberlanjutan bermakna praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi praktik baik.

Bagaimana dengan keterlibatan orang tua?

Memandu anak mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dengan berbagai praktik baik. Misalnya, memberikan umpan balik atau respon terhadap hal-hal yang dilakukan oleh anak dalam pembelajaran di rumah.

Orangtua dan anak dapat berdiskusi tentang:

  1. Apa yang sudag dipelajari
  2. Tantangan/kesulitan yang dihadapi
  3. Strategi untuk mengatasi kesulitan

4. Memilih Tantangan

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang keempat adalah memilih tantangan. Memilih tantangan bermakna praktik pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna.

Bagaimana dengan keterlibatan orangtua?

Orangtua memastikan bahwa anak-anak dapat menguasai keahlian dengan berbagai pilihan cara yang sesuai dengan profilnya.

Orangtua dapat:

  1. Memberikan pilihan media dan cara untuk belajar atau melakukan tugas.
  2. Menyusun jadwal belajar bersama dengan anak.

5. Memberdayakan konteks

Praktik pembelajaran yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan.

Bagaimana dengan keterlibatan orangtua?

Orangtua dapat mendorong anak untuk terlibat mengenali komunitasnya. Orangtua juga merupakan akses belajar murid yang cukup relevan dalam proses pembelajaran dari rumah.

Orangtua dapat:

  1. Berdiskusi dengan anak mengenai peristiwa atau persoalan yang sedang terjadi di sekitar tempat tinggalnya.
  2. Menghubungkan pembelajaran dengan konteks komunitas terdekatnya.
  3. Orangtua dapat menjadi narasumber untuk topik-topik yang relevan, misalnya terkait pekerjaan orangtua.

 

Panduan: Pembelajaran Jarak Jauh

  

 

      

            

 

Asesmen Untuk Pembelajaran (Assessment for Learning)

Asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) adalah proses untuk mencari dan menginterpretasi bukti yang dapat digunakan oleh siswa dan guru untuk memutuskan posisi siswa dalam pembelajaran, kemana tujuan yang akan dicapai berikutnya dan bagaimana jalan terbaik untuk mencapainya.

Hal ini sesuai dengan pengertian asesmen yaitu penilaian. Sedangkan asesmen dalam pendidikan memiliki pengertian kegiatan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasi data atau informasi tentang peserta didik dan lingkungannya untuk memperoleh gambaran tentang kondisi individu dan lingkungannya sebagai bahan untuk memahami individu dan pengembangan program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan.

Assessment for LearningAsesmen Untuk Pembelajaran (Assessment for Learning)

Istilah Assessment for Learning (AfL) tidak populer bagi kalangan pendidik di Indonesia karena kebanyakan guru berpikir bahwa asesmen hanyalah bagian pelengkap dari suatu proses belajar. Guru melakukan asesmen ketika akan melakukan penilaian untuk siswa pada bagian akhir dari program pengajaran, biasanya dilakukan melalui ujian tengah semester dan ujian akhir semester.

Padahal salah satu bagian vital dari proses pendidikan adalah asesmen guna mengetahui bagaimana kualitas pembelajaran siswa. Satu hal yang juga perlu diingat bahwa asesmen merupakan jalan untuk mengajar secara lebih efektif dengan mengetahui secara pasti apa yang diketahui siswa dan apa yang belum diketahui siswa.

Asesmen untuk pembelajaran (assessment for learning) didasarkan pada ide bahwa siswa akan memperbaiki pembelajaran mereka jika mereka memahami tujuan pembelajarannya.

Elemen-elemen kunci dari assessment for learning adalah:

  1. Penggunaan metode bertanya yang efektif
  2. Umpan balik terhadap pekerjaan yang diakses
  3. Tujuan pembelajaran yang dirumuskan bersama antara guru dan siswa
  4. Peer and self-assessment
  5. Penggunaan asesmen untuk merencanakan pembelajaran

Dengan demikian guru tidak hanya memberikan skor atau nilai, tetapi juga memberikan komentar terhadap tugas atau pekerjaan yang telah dikerjakan siswa. Komentar yang diberikan guru hendaknya dapat menuntun siswa bagaimana cara memperbaiki pekerjaannya.

Assessment for learning tidak hanya menyangkut bagaimana kualitas pekerjaan siswa, tetapi juga mengenai cara guru menggunakan asesmen. Guru harusnya menggunakan asesmen untuk merencanakan pelajaran, mengidentifikasi kebutuhan siswa dalam pembelajaran dan mengajarkan kembali materi-materi yang belum dipahami dengan baik oleh siswa.

Agar efektif, assessment for learning hendaknya menjadi bagian sentral dalam proses pembelajaran di kelas. Hal ini dapat dimulai dengan merumuskan tujuan pembelajaran bersama-sama antara guru dan siswa. Dengan demikian, siswa menyadari tujuan belajarnya pada suatu materi pelajaran. Kriteria asesmen juga harus jelas bukan hanya bagi guru, tetapi juga bagi siswa. Siswa perlu untuk mengetahui apa yang dinilai guru ketika mengakses pekerjaan siswa dan apa dasar yang menjadi pertimbangan guru untuk menentukan keputusan terhadap pekerjaan siswa yang diakses tersebut.

Hal ini sesuai dengan siklus asesmen seperti tampak pada gambar dibawah ini.

siklus asesmen pembelajaranSiklus asesmen dapat berjalan efektif jika asesmen dilakukan secara kontinyu, melalui day-to-day assessment dan periodic assessment. Day-to-day assessment dapat dilakukan sebagai sisipan dalam proses pembelajaran; observasi, diskusi, tanya jawab dan menganalisis pekerjaan siswa. Sementara, periodic assessment dilakukan dua atau tiga kali dalam setahun.

 

 

 

Metode assessment for learning menjadi tren di beberapa sekolah di Inggris adalah metode traffic light. Metode tersebut digunakan guru untuk mengecek pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan dengan cara mengangkat kartu berwarna merah, hijau, atau kuning. Kartu hijau menandakan bahwa siswa memahami materi dengan baik, sebaliknya untuk kartu warna merah. Kartu kuning menunjukkan bahwa masih ada bagian dari materi yang belum dipahami siswa.

Memang, untuk memulai assessment for learning memerlukan perubahan kultur di sekolah dan sistem pendidikan. Terlebih jika selama ini dalam sistem pendidikan kita asesmen dilakukan dengan tujuan untuk menyeleksi dan menyortir siswa ke dalam kelompok kemampuan tinggi dan kemampuan rendah.

 

 

 

 

 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

NANDAN, S. Pd. SD

NIP 19660721 199301 1001

Kalapanunggal, 22 Oktober 2020

Peserta Pelatihan,

 

 

 

 

HERI PERMANA S, S. Pd

NIP 19750521 201410 1 003

Salah Sangka

  SALAH SANGKA Karya : Aura Sucia Dinianti Hai namaku Aura, aku adalah seorang siswi Sekolah Dasar kelas 6. Aku tinggal di desa yang berada ...