Karyaku Pengabdianku

Tampilkan postingan dengan label Sinopsis Seni dan Gerak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sinopsis Seni dan Gerak. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2019

Sinopsis Pantomin


Pantomin adalah salah satu bidang seni dalam gerak memperagakan maknawi, karena disitu menggambarkan tentang gambaran dari gerakan yang dilakukan sesuai alamiah apa adanya. Namun sisi lain seni gerak tanpa suara dan tanpa sisipan murni untuk memperindah seni gerak ini sering membuat orang bingung jika tampilan ini kurang memberikan makna hakiki pada seni dan penataan susunan geraknya, maka dari itu saya sebagai penyuka seni namun bukan besik seni mencoba membuat skenario walaupun coba-coba namun wal hasil akhirnya mampu memberikan kontribusi yang lumayan terhadap seni di Sekolah tempat saya mengabdi, walaupun belum sempurna hasilnya namun sengaja saya cuba untuk berbagi dan mendokumentasi hasil karya ini di Blog yang masih amburadul ini, semoga bermanfaat buat saya pribadi maupun rekan yang ingin share dengan saya dan bagi rekan yang menginginkan contoh effect suaranya bisa saya kirim lewat e-mail dengan mencantumkan alamat e-mailnya di coment. akhirul kata berikut adalah hasil karya ini yang alhamdulillah sudah tampil di tingkat Kabupaten walaupun belum berhasil...😇😇😇😇😇😇😇

SINOPSIS PANTOMIN



Tema                                       : Bercocok Tanam
Judul                                       : Petani Cilik Yang Iseng
Pemeran                                  : M. Raihanul Fikri
Penata/Penyusun Karya          : Heri Permana S, S. Pd
Back ground effect                 : Heri Permana S, S. Pd
Sekolah                                   : SDN 3 Kalapanunggal

Ujang adalah seorang anak petani di desa, setiap hari ia selalu bangun tidur saat ayam jantan berkokok. Dia memang anak yang rajin dan suka membantu orang tuanya, selain itu dia juga seorang anak yang periang. Seperti biasanya pagi itu ia bangun dari tidur pulasnya.  Kemudian perlahan ia bangkit dari tidurnyakemudian merentangkan tangannya ia duduk di pinggir dipan tempatnya tidurnya sambil menguap dan menggosok matanya. Kemudian dia bangkit dari tempat tidur menuju jendela kamarnya yang masih tertutup. Saat berjalan menuju jendela tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu yang kenyal sehingga ia hamper saja jatuh terjerembab ke depan jendela, untung saja ia masih sempat menahan badanyya agar tidak menabrak jendela kamar. Saat ia menengok ke belakang ternyata kakinya tadi menginjak si manis kucing kesayangannya yang sedang tertidur pulas dibawah dekat jendela. Ujangpun menasehati kucingnya agar jangan menghalangi jalan jika sedang tidur. “meooong….” Jawab simanis sambil kembali memejamkan matanya. Setelah menasehati kucingnya dibukanya jendela perlahan-lahan lalu ia menjulurkan  kepalanya keluar jendela untuk menghirup udara segar dipagi itu……”uaaaahhhhhhhh” sambil menguap ia menggosok matanya tak lupa melambaikan tangannya kearah burung-burung yang menyambutnya dengan nyanyian pagi.

Setelah menyapa pagi dan burung-burung di pohon  kemudian Ujang bergegas membalikan badan dan langsung mengambil handuk untuk membersihkan tubuhnya yang kumal bekas penguapan semalam, sehingga mengeluarkan bau tak sedap…..”huaaaaaahllll…..!”, sambil ngeloyor ujang berjalan kearah pintu kamarnya yang cuma pake korden, lalu berjalan menuju kamar mandi, kemudian membuka pintu kamar mandi dengan perlahan dan menutup kembali pintu kamar mandi.

Dasar Ujang anak yang teledor dan ceroboh saat melangkah dari pintu kamar mandi ia menginjak lantai kamar mandinya yang licin sehingga.. “gedebuk…..!!” suara badannya yang menimpa lantai kamar mandinya. “aduuuuuh…..” keluhnya. “Hmmmmm… untung cuma bokongku yang jatuh…” ujarnya sambil nyengir sendiri. disimpannya handuk serta membuka bajunya serta celananya dan menggantungkan di kastop kamar mandi. Selanjutnya ujang mengambil sikat gigi dan menaruh odol di sikat giginya. Dengan semangat ia mulai menggosok giginya hingga bersih. Kemudian selanjutnya selesai menyikat gigi ia mengambil gayung dan mulai menyiram tubuhnya dengan air dingin yang membuatnya kaget karena sangat menusuk pada kulitnya, lalu ia mengambil sabun dan menggosokannya di badan. Selanjutnya ia menyiram kembali tubuhnya dengan air dingin yang jernih. Selesai mandi bergegas ujang mengambil handuk guna mengeringkan tubuhnya yang basah dan kedinginan, kemudian melilitkan handuk tersebut di pingganya. Lalu ia bergegas membuka pintu kamar mandi menuju kembali kekamar tidurnya untuk mengganti pakaian.

Selesai berpakaian ujang pergi ke dapur untuk mengambil minum dan dilanjut dengan sarapan pagi. Setelah menyelesaikan sarapannya ujang mengambil tas konyennya yang biasa di bawa ke kebun. Kemudian menuju pintu belakang serta keluar untuk memberi makan ternak ayamnya dulu. Saat memberi makan rupanya ada sesuatu yang mendesak di perutnya sehingga tak dapat dipungkiri pentilasi belakangpun terbuka mempersilahkan angina mamiri beraroma busuk untuk keluar sehingga menimbulkan suara dan aroma beracun yang tepat mengenai seekor ayam jago blasteran ayam hutan yang memang garang .. “brrooooooot……!!”. Sejenak si jago merasakan pusing sehingga hamper jatuh pingsan. Setelah sadar karena tembakan angina mamiri ujang, tak ayal si jagopun beraksi meloncat sambil menghantam dan mematuk pantat sang pemilik angina sari jengkol yang iseng tersebut.”ctaaaaaaaak…..”  sehingga ujang kaget dan melompat. Setelah sadar kesalahannya ujangpun meminta maaf karena tak sengaja, lalu ia pun tersenyum sambil mengajak bicara pada ayamnya agar jangan marah dan ditaburkannya biji jagung untuk ayam tersebut, namun sepertinya badai masih menghantam perut ujang sehingga sari jengkolpun kembali beraksi tak tertahankan dan pentilasipun kembali terbuka…” broooooooooot…!!!!” lebih kencang lagi tepat kena si betina yang baru beranak 20. Tak ayal kemarahan si betina baru beranak memuncak “ctaaak..!!!” disambarnya sang pemilik sari jengkol itu tepat pada bokongnya, akhirnya tanpa sadar saat meloncatpunkembali pentilasi belakang ujangpun kembali terbuka “brooot…” tentu saja menimbulkan kemarahan kawanan ayam yang lain sehingga beramai-ramai mereka menyerbu ujang sehingga  kemudian beramai-ramai menerjang pantat sipemilik angina tak sedap tersebut. sehingga ujangpun jengkel namun juga kewalahan dengan serangan yang bertubi-tubi tersebut.…akhirnya Ujang pun lari terbirit-birit menuju ladang sambil membawa cangkul dan konyennya.

Sampai diladang mulailah ujang membersihkan rumput disekitar tanamanya dengan cangkul kemudian membuang rumput yang sudah dibersihkannya dengan tangannya, seusai itu ia menaburkan pupuknya pada tanaman tersebut supaya kelak tanamanya subur. Pada saat bekerja Ujang memperhatikan sekelilingnya karena kebetulan kebunnya berada dipinggir hutan sehingga masih banyak monyet-monyet berkeliaran dan kadang mengganggu pekerjaannya para petani di sekitarnya. “ hush….hushh…!” teriaknya mengusir monyet-monyet tersebut. Namun masih saja monyet tersebut mengganggu pekerjaan ujang. Akhirnya iapun membiarkan kelakuan monyet tersebut dan monyet itupun pergi karena ujang tak menghiraukannya dan kembali asyik bermain dipohon sekitarnya.

Dasar ujang anak yang iseng karena kesel dengan kelakuan monyet-monyet tadi kini giliran ia yang ingin memberi pelajaran monyet tadi. Diam-diam diambilnya sebongkah batu kecil yang ada didepannya kemudian dengan mengendap-ngendap didekatinya pohon yang ada monyet tersebut dan “ctaaakkkk… !!” dilemparnya monyet yang sedang duduk didahan tersebut tepat kena di pantatnya sehingga monyet itu kaget dan terloncat sehingga ia terpleset didahan namun dengan cepat tangannya meraih kembali kedahan sehingga ia selamat tidak jatuh kebawah, dan memandang ujang dengan geram. “huaahhahahahahah…!” Ujang pun tertawa terbahak-bahak karena merasa geli melihat tingkah kaget monyet tersebut. Kemudian monyet tersebut duduk kembali di dahan sambil menyeringai kearah temannya karena sakit dilempar ujang. Karena taka da respon akhirnya Ujang pung mengulangi perbuatannya “ctaaaaakkk…..!!” ia pun kembali melempar kearah monyet sehingga tepat mengenai perut si monyet tersebut. Ujang pun kembali tertawa “hua…hahahahahaha…..” sambil memegang perutnya. Rupanya monyet yang lain pun melihat temannya disakiti menjadi marah lalu kawanannya menyerbu kearah Ujang dan menerjang kearahnya akhirnya Ujangpun lari terbirit-birit pulang sambil membawa cangkulnya.


Selesai.

Salah Sangka

  SALAH SANGKA Karya : Aura Sucia Dinianti Hai namaku Aura, aku adalah seorang siswi Sekolah Dasar kelas 6. Aku tinggal di desa yang berada ...