Pantomin adalah salah satu bidang seni dalam gerak memperagakan maknawi, karena disitu menggambarkan tentang gambaran dari gerakan yang dilakukan sesuai alamiah apa adanya. Namun sisi lain seni gerak tanpa suara dan tanpa sisipan murni untuk memperindah seni gerak ini sering membuat orang bingung jika tampilan ini kurang memberikan makna hakiki pada seni dan penataan susunan geraknya, maka dari itu saya sebagai penyuka seni namun bukan besik seni mencoba membuat skenario walaupun coba-coba namun wal hasil akhirnya mampu memberikan kontribusi yang lumayan terhadap seni di Sekolah tempat saya mengabdi, walaupun belum sempurna hasilnya namun sengaja saya cuba untuk berbagi dan mendokumentasi hasil karya ini di Blog yang masih amburadul ini, semoga bermanfaat buat saya pribadi maupun rekan yang ingin share dengan saya dan bagi rekan yang menginginkan contoh effect suaranya bisa saya kirim lewat e-mail dengan mencantumkan alamat e-mailnya di coment. akhirul kata berikut adalah hasil karya ini yang alhamdulillah sudah tampil di tingkat Kabupaten walaupun belum berhasil...😇😇😇😇😇😇😇
SINOPSIS PANTOMIN
Tema
:
“Bercocok Tanam”
Judul
:
Petani Cilik Yang Iseng
Pemeran
:
M. Raihanul Fikri
Penata/Penyusun Karya : Heri
Permana S, S. Pd
Back ground effect :
Heri Permana S, S. Pd
Sekolah
:
SDN 3 Kalapanunggal
Ujang adalah
seorang anak petani di desa, setiap hari ia selalu bangun tidur saat ayam
jantan berkokok. Dia memang anak yang rajin dan suka membantu orang tuanya,
selain itu dia juga seorang anak yang periang. Seperti biasanya pagi itu ia bangun
dari tidur pulasnya. Kemudian perlahan
ia bangkit dari tidurnyakemudian merentangkan tangannya ia duduk di pinggir
dipan tempatnya tidurnya sambil menguap dan menggosok matanya. Kemudian dia
bangkit dari tempat tidur menuju jendela kamarnya yang masih tertutup. Saat
berjalan menuju jendela tiba-tiba kakinya terantuk sesuatu yang kenyal sehingga
ia hamper saja jatuh terjerembab ke depan jendela, untung saja ia masih sempat
menahan badanyya agar tidak menabrak jendela kamar. Saat ia menengok ke belakang
ternyata kakinya tadi menginjak si manis kucing kesayangannya yang sedang
tertidur pulas dibawah dekat jendela. Ujangpun menasehati kucingnya agar jangan
menghalangi jalan jika sedang tidur. “meooong….” Jawab simanis sambil kembali
memejamkan matanya. Setelah menasehati kucingnya dibukanya jendela
perlahan-lahan lalu ia menjulurkan
kepalanya keluar jendela untuk menghirup udara segar dipagi
itu……”uaaaahhhhhhhh” sambil menguap ia menggosok matanya tak lupa melambaikan
tangannya kearah burung-burung yang menyambutnya dengan nyanyian pagi.
Setelah menyapa
pagi dan burung-burung di pohon kemudian
Ujang bergegas membalikan badan dan langsung mengambil handuk untuk
membersihkan tubuhnya yang kumal bekas penguapan semalam, sehingga mengeluarkan
bau tak sedap…..”huaaaaaahllll…..!”, sambil ngeloyor ujang berjalan kearah
pintu kamarnya yang cuma pake korden, lalu berjalan menuju kamar mandi,
kemudian membuka pintu kamar mandi dengan perlahan dan menutup kembali pintu
kamar mandi.
Dasar Ujang anak
yang teledor dan ceroboh saat melangkah dari pintu kamar mandi ia menginjak
lantai kamar mandinya yang licin sehingga.. “gedebuk…..!!” suara badannya yang
menimpa lantai kamar mandinya. “aduuuuuh…..” keluhnya. “Hmmmmm… untung cuma
bokongku yang jatuh…” ujarnya sambil nyengir sendiri. disimpannya handuk serta
membuka bajunya serta celananya dan menggantungkan di kastop kamar mandi.
Selanjutnya ujang mengambil sikat gigi dan menaruh odol di sikat giginya.
Dengan semangat ia mulai menggosok giginya hingga bersih. Kemudian selanjutnya
selesai menyikat gigi ia mengambil gayung dan mulai menyiram tubuhnya dengan
air dingin yang membuatnya kaget karena sangat menusuk pada kulitnya, lalu ia
mengambil sabun dan menggosokannya di badan. Selanjutnya ia menyiram kembali
tubuhnya dengan air dingin yang jernih. Selesai mandi bergegas ujang mengambil
handuk guna mengeringkan tubuhnya yang basah dan kedinginan, kemudian
melilitkan handuk tersebut di pingganya. Lalu ia bergegas membuka pintu kamar
mandi menuju kembali kekamar tidurnya untuk mengganti pakaian.
Selesai
berpakaian ujang pergi ke dapur untuk mengambil minum dan dilanjut dengan
sarapan pagi. Setelah menyelesaikan sarapannya ujang mengambil tas konyennya
yang biasa di bawa ke kebun. Kemudian menuju pintu belakang serta keluar untuk
memberi makan ternak ayamnya dulu. Saat memberi makan rupanya ada sesuatu yang
mendesak di perutnya sehingga tak dapat dipungkiri pentilasi belakangpun
terbuka mempersilahkan angina mamiri beraroma busuk untuk keluar sehingga
menimbulkan suara dan aroma beracun yang tepat mengenai seekor ayam jago
blasteran ayam hutan yang memang garang .. “brrooooooot……!!”. Sejenak si jago
merasakan pusing sehingga hamper jatuh pingsan. Setelah sadar karena tembakan
angina mamiri ujang, tak ayal si jagopun beraksi meloncat sambil menghantam dan
mematuk pantat sang pemilik angina sari jengkol yang iseng
tersebut.”ctaaaaaaaak…..” sehingga ujang
kaget dan melompat. Setelah sadar kesalahannya ujangpun meminta maaf karena tak
sengaja, lalu ia pun tersenyum sambil mengajak bicara pada ayamnya agar jangan marah
dan ditaburkannya biji jagung untuk ayam tersebut, namun sepertinya badai masih
menghantam perut ujang sehingga sari jengkolpun kembali beraksi tak tertahankan
dan pentilasipun kembali terbuka…” broooooooooot…!!!!” lebih kencang lagi tepat
kena si betina yang baru beranak 20. Tak ayal kemarahan si betina baru beranak
memuncak “ctaaak..!!!” disambarnya sang pemilik sari jengkol itu tepat pada
bokongnya, akhirnya tanpa sadar saat meloncatpunkembali pentilasi belakang
ujangpun kembali terbuka “brooot…” tentu saja menimbulkan kemarahan kawanan
ayam yang lain sehingga beramai-ramai mereka menyerbu ujang sehingga kemudian beramai-ramai menerjang pantat
sipemilik angina tak sedap tersebut. sehingga ujangpun jengkel namun juga kewalahan
dengan serangan yang bertubi-tubi tersebut.…akhirnya Ujang pun lari
terbirit-birit menuju ladang sambil membawa cangkul dan konyennya.
Sampai diladang
mulailah ujang membersihkan rumput disekitar tanamanya dengan cangkul kemudian membuang
rumput yang sudah dibersihkannya dengan tangannya, seusai itu ia menaburkan
pupuknya pada tanaman tersebut supaya kelak tanamanya subur. Pada saat bekerja
Ujang memperhatikan sekelilingnya karena kebetulan kebunnya berada dipinggir
hutan sehingga masih banyak monyet-monyet berkeliaran dan kadang mengganggu
pekerjaannya para petani di sekitarnya. “ hush….hushh…!” teriaknya mengusir
monyet-monyet tersebut. Namun masih saja monyet tersebut mengganggu pekerjaan
ujang. Akhirnya iapun membiarkan kelakuan monyet tersebut dan monyet itupun
pergi karena ujang tak menghiraukannya dan kembali asyik bermain dipohon
sekitarnya.
Dasar ujang anak
yang iseng karena kesel dengan kelakuan monyet-monyet tadi kini giliran ia yang
ingin memberi pelajaran monyet tadi. Diam-diam diambilnya sebongkah batu kecil
yang ada didepannya kemudian dengan mengendap-ngendap didekatinya pohon yang
ada monyet tersebut dan “ctaaakkkk… !!” dilemparnya monyet yang sedang duduk
didahan tersebut tepat kena di pantatnya sehingga monyet itu kaget dan terloncat
sehingga ia terpleset didahan namun dengan cepat tangannya meraih kembali
kedahan sehingga ia selamat tidak jatuh kebawah, dan memandang ujang dengan
geram. “huaahhahahahahah…!” Ujang pun tertawa terbahak-bahak karena merasa geli
melihat tingkah kaget monyet tersebut. Kemudian monyet tersebut duduk kembali
di dahan sambil menyeringai kearah temannya karena sakit dilempar ujang. Karena
taka da respon akhirnya Ujang pung mengulangi perbuatannya “ctaaaaakkk…..!!” ia
pun kembali melempar kearah monyet sehingga tepat mengenai perut si monyet
tersebut. Ujang pun kembali tertawa “hua…hahahahahaha…..” sambil memegang
perutnya. Rupanya monyet yang lain pun melihat temannya disakiti menjadi marah
lalu kawanannya menyerbu kearah Ujang dan menerjang kearahnya akhirnya Ujangpun
lari terbirit-birit pulang sambil membawa cangkulnya.
Selesai.