Karyaku Pengabdianku

Tampilkan postingan dengan label Goresan Masa Laluku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Goresan Masa Laluku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 September 2023

PILU (Api Cemburu di Kota Kerinci)

PILU (Api Cemburu di Kota Kerinci)

By: Rhekasunda Permana

 

Dibatas dua provinsi kubentangkan harapan ..

Di kota Krinci ini aku pendam keinginan ..

Kubiarkan diri ini larut dalam keheningan malam ..

Kubenamkan diri ini dalam gulungan selimut kabut dari gunung yang menjulang

Kubiarkan aku dalam gelombang kehidupan yang terbawa buaian malam

Sementara hati dan rasa merasakan pilu..dan ngilu

Merasakan apa yang telah terjadi dengan untaian masa lalauku ...

Yang tersayat di iris sembilu rindu..

Yang di bakar api cemburu..

 

Dibatas antara kota ini ku coba berdiri 

Menatap gambaran diriku yang terombang-ambing 

di tengah gelombang ketidak pastian

Di terjang gelombang ..aku diam tak bergeming

Dihempas ombak tak kucari karang tuk menggapai

Hancur sudah kulihat diriku musnah

 

Itulah gambaran diriku...

Tak kusadari arti semua itu...

Hanya rasa yang memahami semua itu..

yah.... biarkan rasaku musnah bagiku biarkan tetap melangkah.

 

 

Kerinci-Sai Penuh, 4 Oktober 1999


 

Emosi Goresan Masa Lalu

EMOSI

By : Rhekasunda Permana 

 

Tak pernah aku sangka ...

Ada rasa yang membara .... 

Panas bagai api yang menyala ..

Membakaaaarrrrrrrr....

Yah ... membakar naluri sehatku

yang ada luka tersebut tanpa goresan..

karena ada cerita di buat tanpa nyata...

Fitnahh.....

 

Sesaat aku merenung kini ...

Mengapa aku harus tersulut menyala...

Hanya karena ... suluhnya kering???

begitu mudah membakar...

Aaaachhh... peduli aku

yang kutahu dan kurasa aku terluka ...

Aku terbakar di jiwa...

Aku harus kobarkan tuk melawan.. peduli aku

Aku menyala....

Kan ku lawan tanpa peduli kawan

Aku gerah dan aku marah...

Karena sabar ada batasnya....


Aku saat di Padangsidempuan, 26 Juli 1999

 

 

Selasa, 11 Juli 2023

ADA RINDU DI KOTA KERINCI

By. Rhey'z Permana

 

Malam semakin larut..

Sendiri aku termenung menuliskan cerita hidup

Lewat coretan-coretan yang tak ku pahami, entah puisi atau hanya narasi

Tentang goresan-goresan kisah kehidupan

 Yang berbicara tentang rindu dan sengsara


Disini di kota Kerinci

Di selimuti dingin dan sepinya malam

Di sebuah penginapan yang sederhana ditengah kota

Ku pendam sebuah khayalan

Tentang masa depan yang masih tak nampak arahan

Semua masih penuh khayalan


Disini di kota Kerinci pula kebisikan

Dalam goresan pena tentang siksa rindu yang meradang

Kisahkan tentang aku, kamu dan kesengsaraanku

Yang dihujam penuh siksa kerinduan

Dalam seraknya cita yang ingin ku jadikan pegangan

Tuk menggapai bahagia dalam hidup dan harapan

Bersamamu menuju sebuah keinginan

Bahagia tuk akhir pengembaraan...


Inilah rindu serindu rindunya aku terhadapmu...


Di catata persinggahanku 1998 Kota Kerinci-Jambi

 


Salah Sangka

  SALAH SANGKA Karya : Aura Sucia Dinianti Hai namaku Aura, aku adalah seorang siswi Sekolah Dasar kelas 6. Aku tinggal di desa yang berada ...