Karyaku Pengabdianku

Senin, 15 Maret 2021

 

DESKRIPSI

BIMBINGAN TEKNIS (BIMTEK)

PROGRAM GURU BELAJAR SERI MASA PANDEMI COVID-19


 

 

A.      Nama kegiatan    

Bimbingan Teknis (Bimtek) Guru Belajar Seri Masa Pandemi Covid-19 Tahap 1

B.       Penyelenggara                 

Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

C.       Lokasi Kegiatan              

Adapun tempat penyelenggaraan kegiatan pelatihan adalah di laksanakan secara virtual di lokasi domisili masing-masing Guru Belajar Mengajar.

D.      Waktu kegiatan dan Materi Pelatihan

Waktu kegiatan Bimtek Tahap 1 diselenggarakan selama selama 10 hari Mulai dari Tanggal  11 s.d 20 Oktober 2020 dengan materi sebagai berikut :

NO.

POKOK MATERI

JUMLAH JP

A

Pokok

 

1.

Konsep Pembelajaran Jarak Jauh

3 JAM

2.

Konsep Kurikulum Pada Kondisi Khusus

6 JAM

3.

Model Pembelajaran Jarak Jauh

6 JAM

4.

Asesmen Diagnosis di Awal Pembelajaran

6 JAM

5.

Asesmen Diagnosis Berkala

6 JAM

6.

Penggunaan Teknologi dalam Pembelajaran Jarak Jauh

3 JAM

B

Penunjang

 

1

Asesmen Pra dan Asesmen Pasca

2 JAM

JUMLAH JAM

32 JAM

 

E.       Peserta Pelatihan

Semua Guru dan Tenaga Kependidikan yang mengajar atau bekerja pada dunia pendidikan di seluruh Indonesia dan terdaftar di Sim PKB

F.        Uraian kegiatan

Ø Pada tahap awal semua peserta mengikuti acara pembukaan kegiatan Bimtek secara on-line / Virtual

   

Ø Pada kegiatan berikutnya mengikuti dan menyimak materi dari video yang ditayangkan dan wajib diikuti

Ø Pada tahap berikut peserta membaca teks materi dan pesan-pesan flayer bergambar

  

G.      Rangkuman Materi

 

Asesmen Di Awal Pembelajaran

 

DAMPAK Pandemi COVID-19 kepada siswa:

1.    Terjadinya ketidaktercapaian belajar

2.    Penurunan kemampuan siswa

3.    Ketimpangan pengetahuan yang semakin lebar untuk siswa dengan akses yang berbeda, seperti ketersediaan materi, koneksi internet antara kelompok akses memadai dan kelompok akses tidak memadai

4.    Perkembangan emosi dan kesehatan psikologis terganggu

5.    Rentan putus sekolah

6.    Dapat berdampak pada pendapatan siswa di kemudian hari

 

SOLUSI Siklus Asesmen di Awal Pembelajaran secara Berkala

Tujuan: Memonitor perkembangan nonkognitif dan kognitif siswa selama masa pandemi untuk memenuhi target capaian belajar

01 Asesmen Nonkognitif

Tujuan asesmen nonkognitif untuk mengetahui:

  • Kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa
  • Aktifitas selama belajar dari rumah
  • Kondisi keluarga siswa

02 Asesmen Kognitif

Tujuan asesmen kognitif untuk:

  • Mengidentifikasi capaian kompetensi siswa
  • Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa
  • Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata

03 Tindak Lanjut dan evaluasi

“Kepala sekolah bertanggung jawab untuk memastikan asesmen dilakukan di semua kelas di minggu pertama dan secara berkala pada awal pembelajaran”.

Apa saja yang dilakukan para guru dalam kegiatan asesmen ini?

 

I. Nonkognitif

A. Persiapan

  1. Siapkan alat bantu berupa gambar ekspresi emosi 
  2. Buat daftar pertanyaan kunci, seperti:
    • Apa saja kegiatan kamu selama Belajar dari Rumah?
    • Hal apa yang paling menyenangkan dan tidak menyenangkan?
    • Apa harapan kamu?

B. Pelaksanaan

  1. Berikan gambar emosi ke siswa 
  2. Minta siswa mengekspresikan perasaannya selama belajar di rumah dengan bercerita, membuat tulisan atau menggambar

C. Tindak Lanjut

  1. Identifikasi siswa dengan ekspresi emosi negatif dan ajak berdiskusi empat mata 
  2. Menentukan tindak lanjut dan mengkomunikasikan dengan siswa serta orang tua bila diperlukan 
  3. Ulangi pelaksanaan asesmen nonkognitif pada awal pembelajaran

 

II. Kognitif

A. Persiapan

  1. Buat jadwal pelaksanaan asesmen 
  2. Identifikasi materi asesmen berdasarkan penyederhanaan kompetensi dasar yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
  3. Susun 10 soal sederhana: 

o 2 soal sesuai kelasnya, dengan topik semester 1 

o 6 soal dengan topik satu kelas di bawah, untuk semester 1 dan 2 

o 2 soal dengan topik dua kelas di bawah, untuk semester 2

B. Pelaksanaan

Berikan soal asesmen untuk semua siswa di kelas, baik secara tatap muka ataupun Belajar dari Rumah

C. Tindak Lanjut

  1. Lakukan diagnosis penilaian hasil asesmen 
  2. Berdasarkan hasil diagnosis penilaian, bagi siswa menjadi 3 kelompok: 

a.    Siswa dengan rata-rata kelas akan diajar oleh guru kelas 

b.    Siswa 1 semester di bawah rata-rata, mendapatkan pelajaran tambahan dari guru kelas

c.    Siswa 2 semester di bawah ratarata, akan dititipkan ke guru kelas di bawah atau membuat kelompok belajar yang didampingi orang tua, anggota keluarga atau pendamping lainnya yang relevan

  1. Lakukan penilaian pembelajaran topik yang sudah diajarkan sebelum memulai topik pembelajaran baru 
  2. Ulangi proses yang sama di setiap awal pembelajaran selama masa pandemi untuk melakukan adaptasi materi pembelajaran sesuai tingkat kemampuan siswa

 

Pembelajaran Jarak Jauh dengan Cara 5M

Anda telah memahami prinsip, tujuan dan pendekatan pembelajaran jarak jauh. Sebagai pendidik, perlu mengingat kembali bahwa tujuan pendidikan berpusat pada siswa. siswa mampu mengembangkan kompetensi sehingga mereka dapat menalar, menjadi pribadi mandiri yang mampu menghadapi ujian bermakna dan kelak siap untuk mengatasi tantangan dalam kehidupan. 

Pembelajaran jarak jauh membuat kita mengerti bahwa proses belajar tidak dapat sepenuhnya dikendalikan oleh guru. Oleh karena itu, guru perlu merancang pembelajaran jarak jauh yang bermakna. Bermakna dalam artian relevan secara konteks dan konten dengan kehidupan siswa. 

Lantas, bagaimana merancang pembelajaran jarak jauh yang dapat mengembangkan kompetensi siswa? Pada aktivitas ini, Anda akan mempelajari kunci memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh bermakna dengan Cara 5M. Apa itu Cara 5M? Cara 5M adalah pilihan cara untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna, menyenangkan dan melibatkan siswa, orangtua maupun komunitas. Cara 5M terdiri dari:

  1. Memanusiakan hubungan
  2. Memahami konsep
  3. Membangun keberlanjutan
  4. Memilih tantangan
  5. Memberdayakan konteks

 

Pandemi Covid-19 telah membukakan cara pandang dan kebiasaan baru mengenai proses pembelajaran yang idealnya melibatkan guru, siswa dan orangtua. Perubahan situasi dari pembelajaran yang selama ini lebih berfokus pada peran guru, sekarang mulai beralih pada situasi dimana orang tua dan guru saling berbagi peran dalam memfasilitasi pembelajaran siswa. 

Cara 5M; Memanusiakan hubungan, Memahami konsep, Membangun keberlanjutan, Memilih tantangan, dan Memberdayakan konteks, dalam Pembelajaran Jarak Jauh, mendorong siswa belajar lebih bermakna untuk meningkatkan kompetensinya. Sejalan dengan hal ini, Cara 5M juga memberikan ruang yang lebih luas bagi keterlibatan orangtua dalam proses pembelajaran siswa. 

 Tujuan 5M dalam Pembelajaran Jarak Jauh

Tujuan dari 5M meliputi:

1.    Mendorong kolaborasi orangtua, guru dan murid untuk berdaya belajar dalam menghadapi situasi darurat akibat wabah virus corona.

2.    Memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna, menantang dan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan anak.

 Bagian-Bagian 5M

5M meliputi:

  1. Memanusiakan hubungan
  2. Memahami konsep
  3. Membangun keberlanjutan
  4. Memilih tantangan
  5. Memberdayakan konteks

1. Memanusiakan Hubungan

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang pertama adalah memanusiakan hubungan. Memanusiakan hubungan bermakna praktik pembelajaran yang dilandasi orientasi pada anak berdasarkan relasi positif yang saling memahami antara guru, murid dan orangtua.

Memanusiakan hubungan dengan orang tua dapat dilakukan dengan mengetahui profil, kondisi orang tua termasuk pengumpulan informasi terkait waktu yang paling tepat untuk mendampingi proses belajar anak sehingga tercipta suasana yang kondusif untuk belajar.

Guru dan orangtua dapat berdiskusi tentang:

  1. Cara belajar murid
  2. Kebiasaan murid di rumah
  3. Latar belakang keluarga murid
  4. Perkembangan dan proses belajar murid
  5. Pekerjaan orangtua

2. Memahami Konsep

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang kedua adalah memahami konsep. Memahami konsep bermakna praktik pembelajaran yang memandu murid bukan sekedar menguasai konten tapi menguasai pemahaman mendalam terhadap konsep yang dapat diterapkan di beragam konteks.

Bagaimana dengan keterlibatan orangtua?

Memandu pembelajaran anak yang bukan hanya sekedar menguasai konten tetapi menguasai kompetensi yang dapat diterapkan dalam beragam konteks.

Guru dan orangtua dapat berdiskusi tentang:

  1. Aktivitas pembelajaran di rumah
  2. Tujuan pembelajaran

3. Membangun Berkelanjutan

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang ketiga adalah membangun berkelanjutan. Membangun keberlanjutan bermakna praktik pembelajaran yang memandu murid mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dan berbagi praktik baik.

Bagaimana dengan keterlibatan orang tua?

Memandu anak mengalami rute pengalaman belajar yang terarah dan berkelanjutan melalui umpan balik dengan berbagai praktik baik. Misalnya, memberikan umpan balik atau respon terhadap hal-hal yang dilakukan oleh anak dalam pembelajaran di rumah.

Orangtua dan anak dapat berdiskusi tentang:

  1. Apa yang sudag dipelajari
  2. Tantangan/kesulitan yang dihadapi
  3. Strategi untuk mengatasi kesulitan

4. Memilih Tantangan

5M Pembelajaran Jarak Jauh yang keempat adalah memilih tantangan. Memilih tantangan bermakna praktik pembelajaran yang memandu murid menguasai keahlian melalui proses yang berjenjang dengan pilihan tantangan yang bermakna.

Bagaimana dengan keterlibatan orangtua?

Orangtua memastikan bahwa anak-anak dapat menguasai keahlian dengan berbagai pilihan cara yang sesuai dengan profilnya.

Orangtua dapat:

  1. Memberikan pilihan media dan cara untuk belajar atau melakukan tugas.
  2. Menyusun jadwal belajar bersama dengan anak.

5. Memberdayakan konteks

Praktik pembelajaran yang memandu murid melibatkan sumber daya dan kesempatan di komunitas sebagai sumber belajar sekaligus kesempatan berkontribusi terhadap perubahan.

Bagaimana dengan keterlibatan orangtua?

Orangtua dapat mendorong anak untuk terlibat mengenali komunitasnya. Orangtua juga merupakan akses belajar murid yang cukup relevan dalam proses pembelajaran dari rumah.

Orangtua dapat:

  1. Berdiskusi dengan anak mengenai peristiwa atau persoalan yang sedang terjadi di sekitar tempat tinggalnya.
  2. Menghubungkan pembelajaran dengan konteks komunitas terdekatnya.
  3. Orangtua dapat menjadi narasumber untuk topik-topik yang relevan, misalnya terkait pekerjaan orangtua.

 

  


 

Mengetahui

Kepala Sekolah,

 

 

 

 

NANDAN, S. Pd. SD

NIP 19660721 199301 1001

Kalapanunggal, 22 Oktober 2020

Peserta Pelatihan,

 

 

 

 

HERI PERMANA S, S. Pd

NIP 19750521 201410 1 003

 

 


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Salah Sangka

  SALAH SANGKA Karya : Aura Sucia Dinianti Hai namaku Aura, aku adalah seorang siswi Sekolah Dasar kelas 6. Aku tinggal di desa yang berada ...