Contoh deskripsi Seni Tari Kreasi Siswa SD
Assalamaulaikum. Salam Bahagia Bapak / Ibu Kreatif dan Hebat berikut adalah contoh Deskripsi Seni Tari Kreasi untuk anak-anak kita untuk mengikuti kegiatan ataupun event tertentu dalam bidang Seni Tari Kreasi. Semoga bermanfaat🙏🙏🙏Bagi Bapak Ibu Pembimbing di sekolah atau di rumah. Untuk yang membutuhkan contoh print outnya silahkan di Download dibawah ya
DESKRIPSI
TARI KREASI “NGARONCE”
Oleh : Heri Permana S
A. Tema
Tari Kreasi ini menggambarkan tentang tiga orang anak yang melakukan kegiatan “ngaronce langlayangan” (memburu layang-layang yang putus) untuk mereka miliki sendiri, melalui tema “bermain” ini penyusun kreasi tari mencoba menyajikan stalasi gerak tari melalui wiraga, wirasa, dan wirahma yang dikolaborasikan dengan musik gabungan yang dikompilasi dari konser musik yang beraliran ethnic sunda dan moderen..
B. Judul
Untuk memberi Identitas pada karya seni ini penyusun gerak dan tari memberi judul yang sesuai dengan tema karya, yaitu “ Ngaronce “.
C. Sinopsis
Kekayaan permainan anak-anak adalah merupakan hasil karya budaya di Indonesia yang banyak terdapat hampir disemua daerah dan pelosok negeri, begitu pula halnya di daerah jawa barat setiap pelosok daerah tatar Sunda memiliki banyak sekali permainan anak sebagai hasil kreasi anak-anak dan para orang tua yang dijadikan kegiatan hiburan anak saat senggang dari kegiatan rutin harian yaitu membantu orang tua dan belajar.
Kaulinan anak yang diangkat di dalam tarian ini adalah menggambarkan bagaimana liku-liku tingkah laku 3 anak yang bermain di sebuah lapangan terbuka bersama yang lainnya. Dimulai saat mereka sedang bermain layang-layang namun mereka mengalami kekalahan terus menerus hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mengejar layang-layang yang kalah main dan terputus kemudian akhirnya layang–layang yang putus tersebut menjadi rebutan mereka bertiga. Disaat yang sama salah satu anak sudah mendapatkan layangan tersebut namun kemudian diklaim oleh yang lainnya bahwa merekalah yang berhak untuk mendapatkan layangan tersebut. Setelah beberapa saat entah siapa yang mulai akhirnya layang-layang yang mereka perebutkan akhirnya robek, dan adu mulutpun terjadi dari pertengkaran mulut itupun akhirnya mereka menyelesaikan secara kekerasan atau berkelahi. Pepatah mengatakan kalah jadi abu menang jadi arang artinya mereka sama-sama rugi tenaga dan cape mereka tergeletak kehabisan tenaga.
Sesaat mereka terdiam dalam terkapar merenungi apa yang telah mereka lakukan adalah merupakan kerugian karena mereka telah memperebutkan hal yang tak seberapa harganya. Akhirnya perlahan mereka bangkit dan saling pandang mata, kemudian mereka tertunduk dan mereka pun mengulurkan tangan untuk berjabatan dan berangkulan saling memaafkan.
Dalam stalasi gerak ini juga memperlihatkan bagaiman suasana anak yang sudah melepas lelah menyelesaiakan pekerjaan rumahnya usai membantu orangtua mengajak temannya untuk bermain. Memburu layang-layang adalah suatu kegiatan perburuan layang-layang yang kalah dalam adu permainan layangan kemudian menjadi layangan tanpa empunya, sehingga siapapun boleh mengambil dan memilikinya. Tentu saja dalam perburuan ini adalah merupakan kegiatan yang menyenangkan namun juga memerlukan ketangkasan kegesitan dan kejelian pemburu dalam mendapatkan layang-layang yang terbang bebas tanpa empunya. Dalam gerakan ini menggambarkan bagaimana mereka menampilkan kekompakan gerakan mengejar melompat serta diselingi bagaimana mereka menunggu layangan lepas sambil bermain-main.
Berbagai masalah saat perburuan layang-layang ini terjadi namun akhirnya ketiga anak selalu menyelesaikan masalah dengan bijaksana itulah ciri bahwa anak-anak lebih bijaksana dalam menyikapi masalah dengan teman dibandingkan orang tua. Mereka mampu menyelesaikan hanya dengan bertengkar, menangis dan kembali tersenyum karena bercanda, bermain lagi dan tertawa bersama dengan ceria.
D. Pemeran
Ada tiga orang anak perempuan,yang menjadi pelaku dalam seni tari kreasi ini yaitu terdiri dari :
- Raffa Nauval Wafi sebagai anak 1
- Muhammad Satya Maulana Pratama sebagai anak 2
- Alfan Al Wahidi sebagai anak 3
E. Uraian Pementasan
|
Urutan gerak |
Musik |
Gerakan |
Formasi |
||||||||||||||||
|
1 |
Instrumen Musik Konser ethnic sunda |
Salah satu anak bergerak maju ke depan sendiri dan melakukan gerakan sawangan. Kemudian memberi kode buat temannya untuk maju satu persatu dan melakukan hal yang sama yaitu melakukan gerakan sawangan |
Satu baris datang dari satu arah
# # #
# # # |
||||||||||||||||
|
2 |
Instrumen Musik Konser ethnic sunda |
Stilasi Gerakan menunggu layangan putus sambil berjalan ngalejeg berputar sebanyak 1 x putaran dalam hitungan 8 ketukan |
Memutar
|
||||||||||||||||
|
3 |
Instrumen Musik Konser ethnic sunda |
Stilasi anak-anak berlari maju mundur 2 langkah melakukan sawangan cepat melihat layangan yang putus kemudian mempersiapkan |
|
||||||||||||||||
|
4 |
Instrumen Musik |
Stilasi mengulang gerak ke 2 dengan mengitari galah kembali sebanyak 2 x hitungan 2 x 8, dan melangkah maju mundur dengan sawangan tempo lebih cepat. 1 x 8 |
|
||||||||||||||||
|
5 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Stilasi gerak memperagakan seperti seseorang yang sedang memainkan layang-layang (gerakan mengulur benang berjalan 2 langkah dan menarik benang dengan cepat kebelakng sebanyak 2 langkah) diulang 2 kali gerakan |
3 langkah |
||||||||||||||||
|
6 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Gerakan layang-layang putus dari benang sehingga melayang terseok-seok kekiri dan kekanan (tangan direntangkan lompat lari kekanan dan kekiri sebanyak 4 kali dan berbalik kearah kiri diulang lagi. |
|
||||||||||||||||
|
7 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Stilasi gerak duduk dan gerak berunding dan menemukan ide tuk membuat layang-layang |
#
|
||||||||||||||||
|
8 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Gerakan setuju dengan ide tangan direntangkan Kanan acung jempol dan Kiri mengikuti kemudian menepuk tangan langsung berjabatan tangan |
#
|
||||||||||||||||
|
9 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Stilasi anak-anak berlari maju mundur 2 langkah melakukan sawangan agak pelan melihat layangan yang putus kemudian menunggu pengejaran layangan |
|
||||||||||||||||
|
10 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Stilasi mengulang gerak ke 2 dengan mengitari galah kembali sebanyak 2 x hitungan 2 x 8, dan melangkah maju mundur dengan sawangan tempo lebih cepat. 1 x 8 |
|
||||||||||||||||
|
11 |
Instrumen Musik Dan lagu gembira |
Berjalan kanan 2 langkah ke kanan dan 2 langkah kiri terus kedepan dan belakang serong kanan dan serong kiri galah dipegang di depan dada |
|
||||||||||||||||
|
12 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Berputar keliling satu lingkaran 1 kali |
|
||||||||||||||||
|
13 |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda |
Stilasi mengejar bebas layangan dan rusak direbut bersama-sama hingga robek |
|
||||||||||||||||
|
14. |
Instrumen pencak silat padungdung |
Adegan drama : Marah bertengkar dan berkelahi hingga kecapaean, sadar bersalaman maaf-maafan dan kembali mengejar layangan |
|
||||||||||||||||
|
15. |
Instrumen Musik Dan lagu gembira dari J-Rock |
Mengejar layangan bersama berlari kanan 3 kali dan kiri 3 kali berasama-sama bergerak berhamburan mengambil layanagan dan berhasil bersama-sama |
|
||||||||||||||||
|
16. |
Instrumen Musik Gabungan konser musik ethnic sunda dan suling sunda |
Hormat selesai |
|
||||||||||||||||
F. Penunjang Pementasan
1. Musik dan lagu-lagu
Musik dan lagu yang menggambarkan situasi dan kondisi, musik dibuat adalah merupakan kompilasi dari gabungan musik yang sudah ada dan tersebar di media sosial, walaupun tidak ijin secara resmi namun penata tari sengaja melakukan gabungan dari beberapa kreasi musik yang bernafaskan ethnic khas Jawa barat dan Indonesia
Adapun lagu yang digunakan adalah lagu-lagu yang berhubungan dengan tema serta judul tarian yaitu bermain layang-layang maka lagu bukan merupakan fokus utama lagu yang berjudul Ceria dari Albumnya J-Rock yang bercerita kegembiraan adalah pilihan dalam cuplikan kreasi tari ini serta kendang padungdung pembuka Pencak silat juga merupakan sontekan yang di masukan dalam kompilasi musik. Semua gabungan musik masih dalam gabungan sederhana mengingat keterbatasn kemampuan alat dari Pegiat tari yang masih belajar secara otodidak.
2. Rias dan Busana
Dalam pementasan ini para penari yang terdiri dari tiga anak laki-laki ini menggunakan rias dan busana yang menggambarkan anak-anak di pedesaan (perkampungan) tempo dulu.
3. latar (tempat pementasan)
mengingat ini adalah tampilan kreasi lomba maka latar yang digunakan tidak menjadi prioritas untuk menggambarkan suasan desa yang masih asri dan sejuk karena hanya tampilan kreasi tari saja yang di kedepankan.
G . Pementasan
Pementasan ini adalah merupakan kelanjutan dari karya tari kreasi yang dibuat oleh pegiat seni saat lomba FLS2N tingkat kecamatan Kalapanunggal tahun 2019 dan merupakan karya ke dua setelah karya pertama tahun 2018 dibuat dari seorang Guru pecinta karya Seni SDN 3 Kalapanunggal yang berlatar belakang pendidikan Olahraga. Sehingga kekurangan dan kelemahan seni adalah semata kekurangan pengetahuan sang pembuat karena mengingat notabene pendidikan olahraga serta minimnya pembinaan seni bagi guru SD di pedesaan.
Saran dan masukan sangatlah dibutuhkan oleh penulis karya semoga pemangku kebijakan lomba seni tari kreasi jangan hanya membuat kebijakan lomba namun juga sosialisasikan
IDENTITAS HASIL KARYA
Nama Sekolah : SDN 3 Kalapanunggal
Tema Tarian : Permainan Anak
Judul Tarian : Bermain layang-layang
Penari : Raffa Nauval Wafi, (Kelas 3)
Muhammad Satya Maulana Pratama (Kelas 3)
Alfan Al Wahidi (Kelas 3)
Penyusun Tari : Heri Permana S
Mengetahui Kalapanunggal , Maret 2023
Kepala sekolah, Penyusun/Pencipta/Penata Tari,
................................................ Heri Permana S, S. Pd
Berikut adalah link downloadnya untuk Deskripsi gerak dan tarinya serta musik koreonya : https://drive.google.com/drive/folders/1QJzrpl8OlVFof-91FnH577aIUaGeqjz4?usp=share_link
Selamat mencoba dan berlatih🙏🙏🙏











Tidak ada komentar:
Posting Komentar